DAMPAK PERKEMBANGAN INDUSTRI TERHADAP LINGKUNGAN BAGI KESEHATAN
Perkembangan industri tidak lepas dari sisi negatif yang berdampak pada kesehatan. Limbah pabrik maupun emisi adalah titik utama timbulnya polusi dan pencemaran air maupun udara. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran Industri dalam mengelola limbah yang dihasilkan. Dampak ini secara langsung dirasakan oleh manusia ataupun hewan sekitar. Berbagai macam penyakit bisa timbul dari limbah maupun emisi pabrik, mulai dari gangguan pernafasan, tekanan darah tinggi hingga kanker. Pencemaran air menyebabkan munculnya penyakit hepatitis dan diare.
Upaya pencegahan dari dampak negatif
Upaya mencegah dampak negatif dari perkembangan industri terhadap lingkungan bagi kesehatan manusia dapat dilakukan oleh pemerintah, pengelola industri, serta masyarakat sendiri. Pencegahan ini dapat dimulai dari pemerintah yang bisa menerapkan peraturan secara ketat terkait upaya pengendalian pencemaran lingkungan, mengawasi bahwa peraturan lingkungan dilaksanakan dengan baik dengan cara menyediakan lembaga pengawas yang dapat memeriksa dan memastikan perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatan industri mematuhi serta mengimplementasi aturan-aturan lingkungan. Pemerintah juga harus menyiapkan anggaran yang cukup dalam rangka untuk melaksanakan proyek atau kegiatan pengelolaan lingkungan yang mencakup penelitian, pembangunan teknologi ramah lingkungan dan sebagai upaya untuk memperkuat lembaga-lembaga tersebut.
Sebagai perusahaan industri, ketika melakukan kegiatan industri yang mereka sadar kegiatan itu merupakan pekerjaan mereka maka mereka harus siap juga dalam menanggung dampak negatif nya dengan cara setelah melakukan kegiatan industri mereka perlu mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan. Yakni salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan ialah dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan seperti mempromosikan pemanfaatan sumber daya terbarukan dan pengendalian limbah yang efektif, mengelola hasil limbah industri dengan cara melakukan sistem daur ulang guna meminimalisir limbah yang ditimbulkan, menggunakan teknologi hijau yang memakai sistem informasi dalam pengawasan dan pengelolaan data lingkungan yang meliputi pengelolaan limbah serta dampaknya dan bisa juga menggunakan robotika dan otomatisasi dalam rangka meningkatkan efisiensi dan mengurangi limbah dalam proses produksi.




